5 tipe love language, yang mana punyamu?

5 Tipe Love Language dan Pengaruhnya dalam Hubungan

0 Shares
0
0
0

5 Tipe Love Language – Setiap orang pasti punya definisinya masing-masing tentang cinta. Definisi ini akan berbeda-beda sesuai dengan bahasa cinta yang digunakan. Bahasa cinta itu sendiri sekarang lebih dikenal dengan istilah love language. 

Setiap hubungan romantis tentunya tidak terlepas dari love language ini. Misalnya, jika kamu dan pasangan sering merasa sulit memahami satu sama lain, itu ada hubungannya dengan love language. Contoh lainnya, jika kamu dan pasangan selalu mengalami miskomunikasi, bisa jadi kalian memiliki tipe love language yang berbeda. 

Oiya, love language juga tidak selalu tentang hubungan romantis saja, loh. Love language juga melingkupi hubungan bersama keluarga atau teman terdekat. Nah, agar semua hubunganmu berjalan dengan baik, yuk kenali apa saja 5 tipe love language itu dan apa pengaruhnya di dalam hubunganmu.

5 Tipe Love Language

Love language merupakan suatu konsep bahasa cinta yang diperkenalkan oleh Gary Chapman.  Di dalam bukunya, terdapat 5 tipe love language yang masing-masingnya punya ciri tersendiri. Cari tahu kelima tipe love language ini untuk mengenali diri sendiri dan hubunganmu. 

1. Words of Affirmation

Love language yang pertama ini, secara harfiah dapat diartikan sebagai kata-kata afirmasi. Itu artinya, seseorang dengan love language words of affirmation ini lebih suka menerima dan memberikan pujian/apresiasi dalam sebuah hubungan. Dengan ini, mereka juga tidak terlalu menyukai kritik atau kata-kata pedas. 

Frasa seperti, “aku sayang kamu” atau “terima kasih banyak atas bantuannya”, sangat cocok untuk tipe love language words of affirmation. Dengan memberikan kalimat-kalimat validasi seperti ini, pasangan akan merasa dirinya berharga dan diapresiasi dalam hubungan. 

2. Quality Time

Kamu suka menghabiskan waktu bersama pasangan terus-menerus? Bisa jadi kamu memiliki tipe love language yang satu ini, yaitu quality time. Pasangan dengan tipe yang satu ini, lebih fokus pada waktu berkualitas yang dihabiskan bersama-sama.

“Doi udah aku ajak makan ke restoran, tapi kok dia terlihat bete terus, ya?”. Coba cek kembali, waktu di restoran, kamu benar-benar menghabiskan waktu bersamanya atau justru sibuk dengan gadget atau hal lainnya? Menghabiskan waktu berkualitas di sini, artinya kamu dan pasangan terlibat penuh dalam setiap aktivitas bersama. 

3. Physical Touch

Tipe love language physical touch sangat suka dengan sentuhan secara fisik. Eits, jangan langsung negatif dulu ya pikirannya. Sentuhan di sini bisa dalam bentuk berpegangan tangan saat sedang jalan bareng, atau memberikan pelukan hangat saat pasangan sedang capek dan butuh dukungan. 

Physical touch bisa dibilang merupakan salah satu tipe love language yang banyak ditemui. Untuk pasangan LDR, mereka yang memiliki love language physical touch ini mungkin akan sedikit kesulitan. Tapi, selama dikomunikasikan dengan baik, semua pasti ada jalannya, kok!

Baca juga: Tetap Langgeng Ketika LDR dengan 7 Tips Jitu Ini!

4. Acts of Service

Pasangan dengan tipe love language acts of service, senang sekali membantu pasangannya. Mereka dengan tipe love language yang satu ini, ingin sekali membantu meringankan beban pasangannya agar pekerjaan menjadi lebih mudah. 

Pasanganmu dengan senang hati sering membawakan tas belanja? Atau mungkin sering membantumu mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Mungkin saja tipe love language adalah acts of service. 

5. Receiving Gifts

Love language terakhir yaitu receiving gifts, yaitu mereka yang suka memberi atau menerima hadiah. Hadiah dalam hal ini menjadi simbol cinta yang membuat mereka merasa dicintai dan disayangi. 

Hadiah yang diberikan, tidak selalu bernilai mahal atau mewah, karena itu bukan fokus utamanya. Adapun yang menjadi inti dari pemberian hadiah ini yaitu semua proses pemberian atau penerimaan hadiah itu sendiri. Mulai dari memilih kado, menuliskan catatan penuh cinta, sampai proses pemberian hadiah. 

Nah, itulah dia 5 tipe love language yang perlu kamu kenali. Sebenarnya, mengenali tipe love language saja belum cukup. Kamu perlu membicarakan bahasa cinta ini agar tidak terjadi miskomunikasi dalam hubungan. Komunikasikan apa yang membuatmu merasa disayang dan bagaimana caramu menunjukkan rasa sayang itu ke pasangan. 

Setelah itu, jangan lupa juga untuk mendengarkan sisi pasanganmu. Cari tahu apa yang membuatnya merasa disayangi, dan apa yang diinginkan oleh pasangan dari hubungan. Intinya, komunikasi adalah yang terpenting, karena itulah kunci dari hubungan yang harmonis. 

0 Shares
Leave a Reply
You May Also Like