Cara Mengatasi Burnout Agar Energi Pulih dan Kembali Semangat!

Cara Mengatasi Burnout Agar Energi Pulih dan Kembali Semangat!

0 Shares
0
0
0

Cara Mengatasi Burnout – Pernahkah kamu merasa capek yang tidak hanya capek secara fisik, tapi mengalami kelelahan secara emosional juga? Bisa jadi kamu mengalami apa yang sering disebut sebagai burnout. 

Di zaman yang penuh tuntutan seperti saat ini, burnout sudah menjadi masalah umum yang sering menimpa banyak orang. Mereka yang mengalami burnout biasanya sering merasa kewalahan, sering kehabisan energi, dan seperti sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani aktivitas.

Jika sudah seperti itu, aktivitas sehari-hari pastinya akan terganggu dan produktivitas terhambat. Lebih dari itu, burnout memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental jika dibiarkan terus-menerus. Namun jangan khawatir, karena ada cara mengatasi burnout yang bisa diterapkan agar energi pulih dan kembali bersemangat. 

Ciri-Ciri Burnout

Burnout merupakan salah satu kondisi stres kronis yang biasanya disebabkan oleh tugas atau pekerjaan yang tak kunjung selesai. Burnout akan terjadi ketika seseorang terus-menerus ditempa tekanan stres tinggi, tanpa ada kesempatan untuk pulih. 

Sebelum membahas tentang cara mengatasi burnout, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja ciri-ciri seseorang mengalami burnout. Ciri-ciri burnout yang perlu diwaspadai tersebut adalah sebagai berikut. 

  • Selalu merasa kelelahan, sering kehabisan energi dengan cepat
  • Kehilangan motivasi, minat, dan produktivitas saat bekerja
  • Membenci pekerjaan yang digeluti
  • Mengisolasi diri dari lingkungan sosial, enggan bertemu orang lain
  • Performa kerja mengalami penurunan
  • Berubah menjadi lebih sensitif, cenderung lebih mudah marah
  • Kesulitan mengelola stres, bahkan pada situasi yang sebelumnya bisa diatasi
  • Merasa hampa, kehilangan tujuan atau kepuasan hidup secara keseluruhan
  • Imunitas tubuh menurun, sehingga lebih mudah sakit
  • Sulit tidur, sering sakit kepala, sering mengalami masalah pencernaan

Mengenali ciri-ciri burnout ini penting karena akan membantumu menyadari potensi burnout lebih awal. Dengan itu, kamu bisa mengambil langkah solusi sejak dini, baik untuk mengatasinya atau mencegahnya menjadi lebih parah lagi. 

Baca juga: Yuk Terapkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini Untuk Kualitas Kesehatan Lebih Optimal

Cara Mengatasi Burnout

Burnout tidak hanya berdampak pada produktivitas saja, tapi juga memiliki beberapa efek negatif untuk kesehatan mental. Mulai dari kelelahan emosional, hingga depresi dan anxiety, semuanya menjadi alarm untuk kamu mulai memperhatikan kondisi burnout yang sedang dialami.

Saat mengalami burnout, kamu bisa mengembalikan energi dan kembali bersemangat dengan beberapa strategi. Adapun cara mengatasi burnout tersebut yaitu sebagai berikut. 

1. Menetapkan Alasan Bekerja

Ketika bekerja, kamu perlu menentukan tujuan atau alasan mengapa kamu bekerja. Ini akan menjadi motivasi, yang memicu semangat untuk kembali menjalani tugas sehari-hari. Selain itu, adanya tujuan juga akan mampu membuatmu lebih puas dan terhubung dengan pekerjaan.

2. Menata Pekerjaan

Pekerjaan yang menumpuk dan tidak terkelola, merupakan salah satu penyebab timbulnya burnout. Saat kamu merasa mengalami burnout, cobalah untuk menata lagi pekerjaanmu dengan baik. Identifikasi juga sumber pekerjaan yang  menyebabkan burnout, lalu coba kelola sumber tersebut dengan lebih baik.

3. Membuat Batasan

Setelah mengetahui mana tuntutan atau pekerjaan yang penting dan mana yang tidak menjadi tanggung jawabmu, selanjutnya kamu perlu membuat batasan. Bangun garis pemisah antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, untuk mencegah stres yang merembet ke aktivitas sehari-hari. 

4. Merawat Diri

Sumber stres dan burnout tidak hanya berasal dari lingkungan eksternal seperti pekerjaan saja. Lebih dari itu, burnout juga bisa berasal dari diri kita sendiri yang tidak sejahtera. Untuk itu, saat mengalami burnout, coba amati kesejahteraan dirimu. Jika masih kurang, bawalah dirimu untuk berolahraga, melakukan meditasi, dan merasakan sinar matahari pagi. Setelah itu, jangan lupa tutup dengan istirahat yang cukup.

5. Meminta Dukungan

Apabila kamu kesulitan mengatasi burnout sendiri, jangan ragu untuk meminta dukungan orang lain. Kamu bisa meminta bantuan teman, rekan kerja, atau keluarga, khususnya dalam urusan dukungan emosional. Adanya dukungan dari orang terdekat ini sangat penting untuk terhindar dari stres dan burnout. Selain itu, kamu juga bisa meminta dukungan profesional, seperti psikolog atau psikiater. 

Itulah dia penjelasan singkat tentang cara mengatasi burnout agar kembali berenergi dan bersemangat. Kenali ciri-ciri burnout sedini mungkin, untuk mencegah gangguan yang lebih serius dari kesehatan mental masing-masing. Meskipun sulit, tapi dengan sedikit usaha burnout bisa kamu hempaskan jauh, kok!

0 Shares
Leave a Reply
You May Also Like